AGF BRI Tidak Sesuai harus diperhatikan supaya tidak menjadi beban di kemudian hari, Banyak nasabah Bank Rakyat Indonesia merasa bingung ketika menemukan saldo rekening terpotong karena Auto Grab Fund dengan nominal yang tidak sesuai. Situasi semacam itu kerap menimbulkan tanda tanya,
karena dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan lain justru tertahan. Untuk mengetahui penyebab dan solusi, perlu dijelaskan bagaimana cara AGF bekerja, faktor yang bisa menimbulkan ketidaksesuaian, serta langkah yang bisa ditempuh agar masalah cepat terselesaikan.
Contents
Apa Itu AGF BRI?

Auto Grab Fund (AGF) merupakan fasilitas BRI yang memungkinkan pendebetan otomatis dari rekening giro atau tabungan. Layanan AGF BRI biasanya digunakan sebagai alat pembayaran cicilan pinjaman bri. Nasabah memberikan otorisasi kepada bank, lalu sistem akan memotong saldo secara otomatis pada tanggal jatuh tempo sesuai jumlah angsuran.
Prinsip kerja AGF mirip dengan Automatic Fund Transfer (AFT) maupun Account Sweep. Bedanya, AGF fokus pada penarikan dana untuk pembayaran angsuran kredit, sementara AFT lebih fleksibel , misalnya untuk transfer rutin ke rekening lain, dan Account Sweep dipakai untuk memindahkan kelebihan saldo. Dengan tahu akan hal tersebut, nasabah dapat membedakan fungsi setiap layanan dan menggunakannya sesuai kebutuhan.
Penyebab AGF Tidak Sesuai
Ada beberapa alasan mengapa AGF BRI bisa memotong saldo dengan jumlah berbeda dari tagihan sebenarnya.
- Kesalahan sistem
Walau jarang, ada kemungkinan terjadi keterlambatan sinkronisasi data pinjaman, sehingga nominal yang terdebet berbeda dengan tagihan.
- Saldo rekening tidak mencukupi
Apabila saldo kurang, sistem AGF tetap mencoba menarik dana sesuai nominal angsuran. Akibatnya, terjadi ketidaksesuaian antara tagihan dan dana yang dipotong.
- Pinjaman sudah lunas tetapi AGF masih aktif
Beberapa nasabah melaporkan saldo tetap terdebet meskipun pinjaman telah diselesaikan. Biasanya terjadi karena layanan AGF belum dimatikan secara resmi di kantor cabang.
- Kesalahpahaman fungsi AGF
Banyak yang mengira AGF bisa digunakan untuk menarik dana dengan bebas, padahal fungsinya murni sebagai otorisasi debet angsuran pinjaman.
Dari evaluasi yang pernah dilakukan di unit BRI di beberapa daerah, penyebab ketidaksesuaian lebih sering datang dari pihak nasabah dibandingkan dari sistem bank.
Dampak AGF BRI Tidak Sesuai
Ketika saldo terpotong tidak sesuai, nasabah tentu merasa terganggu masalah keuangan. Dampak yang sering terjadi antara lain:
- Saldo tertahan tanpa bisa digunakan
Terutama setelah pinjaman lunas, tetapi AGF belum dihentikan. Dana yang masuk ke rekening bisa langsung dipotong.
- Biaya tambahan atau denda
Apabila saldo tidak mencukupi, cicilan bisa dianggap telat. yang berpotensi menambah beban biaya.
- Cash Flow terganggu
Kebutuhan sehari-hari bisa terganggu karena adanya potongan saldo mendadak.
- Kepercayaan terhadap bank berkurang
Jika tidak segera diselesaikan, nasabah akan merasa kurang nyaman menggunakan layanan tersebut.
Cara Mengatasi AGF Tidak Sesuai

Ketika saldo rekening terpotong dengan jumlah yang berbeda dari tagihan, solusi nya tidak bisa dilakukan secara mandiri walaupun lewat aplikasi mobile banking, internet banking, ataupun ATM. Penyelesaian hanya bisa dilakukan langsung ke kantor cabang BRI yang menangani rekening pinjaman.
Sebelum mendatangi kantor cabang, nasabah perlu membawa dokumen sebagai syarat utama. Dokumen tersebut biasanya berupa:
- Buku tabungan BRI
- KTP elektronik
- Bukti kepemilikan kredit atau bukti angsuran
Dengan Dokumen lengkap akan mempercepat pelayanan saat menyampaikan keluhan kepada petugas.
Cara Mengajukan Permohonan ke Kantor Cabang BRI
Berbeda dengan layanan mobile banking atau ATM, fitur AGF tidak bisa dinonaktifkan sendiri. jadi Pengaturan hanya dapat dilakukan langsung di kantor cabang yang mengelola rekening pinjaman.
- Datang ke kantor cabang terdekat sesuai lokasi rekening.
- Ambil nomor antrian untuk Customer Service.
- Sampaikan keluhan secara jelas, misalnya “AGF memotong saldo lebih besar dari tagihan bulanan”.
- Serahkan dokumen yang sudah dipersiapkan.
- Ajukan permohonan penonaktifan AGF atau perbaikan agar sesuai dengan tagihan.
Apabila permohonan disetujui, layanan AGF akan dinonaktifkan. Setelah itu, pembayaran cicilan bisa dilakukan secara manual di teller, ATM, atau aplikasi BRImo.
Tindak Lanjut Setelah Penonaktifan
Setelah fitur AGF dinonaktifkan, penting untuk memantau transaksi rekening beberapa hari ke depan. Pastikan tidak ada lagi pemotongan otomatis. Bila masih terjadi, segera lakukan konfirmasi ulang ke cabang tempat permohonan diajukan.
Tips Menghindari Masalah Serupa
Supaya pengalaman kurang menyenangkan terkait AGF tidak terulang, ada beberapa hal yang bisa diterapkan:
- Pantau saldo sebelum tanggal jatuh tempo
Pastikan saldo cukup untuk pembayaran cicilan agar sistem tidak gagal mendebet.
- Periksa status pinjaman secara rutin
Begitu pinjaman lunas, segera ajukan penonaktifan AGF agar saldo tidak lagi terpotong.
- Pahami perbedaan layanan BRI
AGF, AFT, dan Account Sweep memiliki fungsi berbeda. Dengan mengetahui perbedaannya, nasabah bisa memilih layanan sesuai kebutuhan.
- Simpan bukti transaksi
Setiap kali melakukan pembayaran, simpan struk atau bukti digital. Bukti tersebut berguna jika ada perbedaan data di kemudian hari.
AGF BRI Tidak Sesuai akan menimbulkan kebingungan bagi nasabah. Hal itu bisa terjadi karena kesalahan sisa saldo atau ketika pinjaman lunas tapi fitur masih aktif, Dampaknya memang kecil namun jika tidak dimatikan akan mengalami saldo tertahan hingga potensi biaya tambahan.
Solusi paling tepat dengan menghubungi kantor cabang BRI dengan membawa dokumen lengkap dan mengajukan penonaktifan AGF. Setelah masalah diselesaikan, pembayaran cicilan bisa dilakukan secara manual atau dengan layanan lain yang lebih sesuai.
Sebagai pencegahan, penting untuk selalu memantau saldo, memeriksa status pinjaman, dan memastikan fitur otomatis seperti AGF sudah sesuai kebutuhan. Dengan cara tersebut, keamanan dan kenyamanan dalam mengelola keuangan tetap terjaga.